Selasa, November 29, 2011

Kesalahan Umum Orang Tua Indonesia

1. Nembak Surat Ijin Mengemudi
http://www.americanpatrol.com
Hal ini umum sekali dilakukan, beberapa orang tua malah langsung mencari calo untuk mendapatkan SIM untuk anaknya, bahkan ada yang anaknya belum lancar mengemudi sudah dibuatkan. Bukannya mendorong anaknya untuk belajar mengemudi dengan benar dulu, membiarkan mereka berusaha, tapi malah langsung "membelikan" SIM supaya aman dari razia polisi. Apa salahnya membiarkan mereka berusaha terlebih dahulu, kalo gagal terus baru cari alternatif. Padahal membuat SIM resmi itu murah dan cepat. Tidak makan waktu lebih dari sehari, tidak menghabiskan dana lebih dari 200 ribu.

2. Jaim
Jaim atau jaga image sering dilakukan semua orang tapi ketika orang tua jaim kepada keluarganya sendiri secara tidak langsung akan membuka jarak. Tidak pernah mau minta maaf kalau salah, tidak mau mengakui kekurangan dan kelemahannya. Banyak orang tua yang memang takut kehilangan wibawa di hadapan anak-anaknya.

3. Menjadi Pegawai Negri
Tidak ada salahnya menjadi Pegawai Negeri tapi dari begitu banyak profesi dan jabatan mengapa pegawai negri yang seringkali ditekankan orang tua kepada anaknya. "Anaka saya pegawai negri," seolah pernyataan yang sangat membanggakan. Mengapa cita-cita harus sependek itu.

4. As Money Maker
Semua orang tua ingin anaknya sukses, tapi menjadi sukses tidak sama dengan menjadi mesin uang. Kebanyakan orang memang mengukur kesuksesan dengan seberapa banyak uang yang dihasilkan atau jabatan yang diemban. Kebanyakan orang tua kurang mendorong profesi-profesi yang kurang menjanjikan secara materi. Kecuali cita-citanya memang mejadi orang kaya apapun caranya, atau Dirut PLN atau malah presiden silakan saja.

5. Menganggap Kebaikan Sebagai Hal yang Wajar
Banyak orang Indonesia yang berpendapat bahwa sudah semestinya seseorang itu berbuat baik, sehingga ketika ada orang yang melaukukan kebaikan yang bersifat 'sehari-hari' mereka cenderung cuek dan menganggap itu sudah seharusnya.

Saat anak berbuat baik atau berprestasi orang tau diam saja, begitu salah atau nilai turun langsung bertindak. Cara mendidik seperti ini menjadikan anak-anak yang suka cari perhatian dan bikin ulah, karena orang tua mereka hanya akan memberi perhatian jika anak bermasalah.

6. Minder 
Sifat ini merupakan warisan sistem pemerintahan feodal untuk mempertahankan kekuasaan. Masyarakat dibuat mersa rendah diri dna menurut saja apa kata penguasa. Hingga sekarang saat pendidikan masuk ke desa-desa rasa rendah diri itu masih ada. Mereka cenderung grogi menghadapi polisi, atau petugas kelurahan. Ada keengganan yang besar untuk berhubungan dengan instansi-instansi publik.

Orang tua minder mencontohkan sikap minder pula kepada anak-anaknya. Bahkan beberapa orang menekankan kata-kata negatif. Misalnya mengatakan 'kita itu hanya orang desa.... ...'Kawula cilik hanya bisa pasrah...', 'kita ini cuma rakyat', dan sejenisnya.

*semua berdasarkan pendapat pribadi, survey seadanya tanpa olah data statistik.

2 komentar:

  1. poin ketiga.. mungkin hanya itu yang orang tua selalu arahkan buatku..
    tapi aku nggak mau... aku ingin hidup bebas, merdeka tanpa ada aturan2 yang nggak mutu...haha :D

    BalasHapus
  2. ahahah...samlah tetangga sebelah jga gitu. sebelahnya lagi juga. Om pakde juga.

    BalasHapus