Selasa, Desember 20, 2011

Kota Gede Part (I)

Salah satu rumah di daerah Kota Gede yang dibiarkan kosong 
dan tidak terawat.  Entah serius atau bercanda beberapa warga 
yang lewat mengetakan untuk berhati-hati karena rumah 
tersebut angker.  Menurut saya itu sayang sekali sebuah rumah 
hanya ditunggu robohnya. 13-11-2011 Nikon F80, Lucky Asa 200
Sebuah Rumah Kosong 


Apa yang membuat kota gede begitu terkenal? Kerajinan peraknya? Makan raja-rajanya? Sejarahnya? Mungkin itu semua turut membangun popularitas Kota Gede.

Setidaknya di Yogyakarta ada dua kota di dalam kota yaitu Kota Gede dan Kota Baru (apakah dulu ada Kota Kecil dan Kota Lama?Bahas lain kali saja).

Sebagai pusat pemeintahan sejak lama sudah tentu Yogyakarta mengalami sejarah yang panjang, termasuk Kota gede yang pernah menjadi pusat pemerintahan sebelum yang sekarang.

Pintu sisi barat yang terdri dari susunan kaca 
berwarna-warni. Pintunya dibuat seperti di 
Eropa, yang mana terdiri dari pintu sisi luar 
dan dalam. 13-11-2-11 Nikon F80, Lucky aa 200 
Rumah-rumah yang padat menunjukkan bahwa ini dulunya adalah kota. Saya dan mas Ade Putra menyempatkan diri masuk gang bertulisakan JOGLO.....(tanda panah). Kesan pertama adalah rumah-rumah di sana walau sekilas tampak sederhana, karena kebanyakan merupakan bangunan lama, tapi besar-besar, dan walaupun masuk ke gang sempit kebanyakan rumah mempunyai halaman yang luas dengan beraneka tanaman, mungkin untuk memelihara kuda, jadi kemungkinannya merupakan pemukiman mewah pada jamannya.

Salah 1 lorong di Kotagede. 
Nikon F80, Lucky 200.
Sebuah rumah yang cukup besar dibiarkan kosong di sisi timur gang. Rumput di halamannya tinggi dan semrawut, kotoran dari pohon di halaman bertebaran. Mungkin butuh biaya cukup besar untuk melakukan renovasi atau mungkin memang sengaja ditunggu untuk roboh.

Demikian sekilas perjalanan di Kotagede. Masih begitu banyak cagar budaya yang menunggu ditelusuri. Bahkan ini anya sekelumit kecil dari Kotagede.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar