Tahu nggak kalo kaget, iya kaget, bisa membuat anda kehilangan seorang klien. Cukup pasang ekspresi kaget, eneg, mual, pucet dan dia hilang selamanya.
"Mabak tolongin donk, videonya ga bisa ya."
Ucluk ucluk ucluk jalan ke kabin 9. Gluck. Langsung pucet, eneg, mual, pengen muntah, ga enak badan, dan gejala-gejala penyakit ga elit lainnya. "Ga bisa pak."
Pandangnku terjebak, diperangkap dalam layar 15", dengan bokep yang berhenti, dan posisinya....posisinya yang bikin mendadak pucat, posisinya biasa aja.
Aku melihat itu dalam keadaan tidak siap. Nonton bokep ga siap aja bisa bikin pucet nah kalo presentasi ga siap bisa pingsan atau itu adalah saat yang tepat buat menggunakan jurus andalannya Raditya Dika pura-pura mati. Ha bokep? Akh...mati.
Kejadian itu setidaknya bikin aku sadar bahwa selama ini aku ga pernah bener-bener yang namanya nonton bokep. Aku ga merhatiin ada berapa macem gayanya, berapa ukuran alat vitalnya, bahkan aku juga ga perhatiin durasinya, yang lebih parah lagi aku ga pernah dengerin dialognya.
Kejadian gini seperti kalau kuliah. Dosen sudah jelasin dan kasih materinya. Sumber referensi sudah dikasih juga, tapi waktu ujian tetep aja shock. Pertanyaannya yang kemudian timbul adalah aku ngapain saat dosen njelasin atau aku mikir apa waktu diterangin materi itu. Aku ngapain mikir apa waktu bokepnya lagi diputer? Sama saja, selama ini aku kuliah ngapain aja, sampai ga ngerti materinya apa Apa malah selama hidup aku memang ga pernah fokus, banyak pikiran yang datang saat bersamaan sehingga tidak ada yang dominan, tidak ada yang menjadi titik perhatian. Berarti kayak gitu juga dund hidup aku selama ini. Melakukan apa tapi pikiran kemana.
Akhirnya, setidaknya aku jadi belajar kenapa bokep bisa sangat buruk untuk kesehatan. Mestinya juga ada peringatan seperti rokok, "Menonton bokep dapat menyebabkan mual-mual, pusing, dan gangguan makan." Customer itu pun menghilang. Kasian, dia tidak akan pernah mendengar ucapan terimakasihku.
fokus. fokus. fokus. fokus.fokus. fokus. fokus. fokus.fokus. fokus. fokus. fokus.fokus. fokus. fokus. fokus.fokus. fokus. fokus. fokus.fokus. fokus. fokus. fokus.fokus. fokus. fokus. fokus.fokus. fokus. fokus. fokus.fokus. fokus. fokus. fokus.fokus. fokus. fokus. fokus.fokus. fokus. fokus. fokus.fokus
Tampilkan postingan dengan label Nglucu Garing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nglucu Garing. Tampilkan semua postingan
Minggu, November 13, 2011
Krim Pembesar Buah Dada, Why? (Not)
Why women need a big breast?Aku nggak ngerti yah kenapa cewek-cewek suka buah dadanya besar.Cowok-cowok juga suka yang besar. Aku cewek dengan banyak hormon androgen, jadi aku tetap suka yang....zzzzz......mudah dirawat.
Dapet julukan madesu, massa depan suram. Kawan-kawan tau kenapa? Karena aku rata jadi 'massa' depannya tidak sebeberapa. Untung aja kesuksesan wanita tidak diukur dari massa dan bentuk buah dadanya. Kalo beneran begitu kebayang kan gimana perasaan cewek-cewek kayak aku.
Itu sudah tidak lagi jadi masalah katanya. Katanya ada produk dari kulit manggis dan ganggang yang bisa membesarkan ukuran buah dada dalam waktu 4-12 minggu. Selain katanya aman juga praktis, tinggal oles trus tunggu hasilnya.
Apakah permanent? Hmmm tidak tahu. Apakah aku tertarik...mmm...tidak.
NIP + FAB boleh siap dengan produknya, tapi aku yang nggak siap dengan ukuran baru. Ini adalah zona nyamanku. Ukuran baru itu artinya aku harus meyiapakan mental baru, dan kekuatan fisik baru. paling nggak harus menyiapkan diri dengan olah raga sehingga otot-otot menjadi terbiasa membawa beban lebih berat dari biasanya.
Itu baru secara fisik, belum reaksi kawan-kawan. Bisa-bisa malah terjadi kekerasan yang menjurus pada pelecehan sebagai akibat dari ketidakpercayaan. "Apah? Coba liat, ga percaya, pasti busa." Ini asli. "Engkau pasti berdusta padaku." Enggak ini asli. "Sini, tunjukkan, padaku. Tunjukkan." Narik baju...krek.....sobek....skipp.
Karena itu juga mesti nyiapin baju-baju baru juga kan, yang tadinya tank top hem, cd, jenas cukup, jadi minta perlindungan ekstra. Temen aku yang montok juga bilang kalau bra berukuran besar itu mahal. Apalagi pertambahan beban mengurangi kecepatan bergerak, berarti kemungkinan terbakarnya kalori jadi lebih sedikit, sehingga kemungkin bisa jadi makin gemuk.
Intiya adalah, aku masih belum melihat kebutuhan akan big breast. Aku bukan butuh ukurnnya tapi fungsinya, tapi kalo bagi kalian fungsinya emang ada di ukuran ya suka-suka kalianlah.
Langganan:
Postingan (Atom)