Tampilkan postingan dengan label IKUT_IKutan Mikir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IKUT_IKutan Mikir. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Desember 17, 2011

Alasan

ummuhusna99.blogspot.com
Berapa banyak alasan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu? Kata ahli motivasi di buku The Magic of Thinking Big jika benar-benar memikirkan sesuatu maka alasan (dan jalan) itu akan ketemu.

Beliau mencotohkan ide menghapus penjara. Pertama orang-orang bilang bahwa itu tidak mungkin, tidak seharusnya para penjahat dibiarkan berkeliaran, dan segala macamnya. Setelah diberi tambahan waktu mereka bisa menemukan bahwa ide itu bukan hal yang mustahil. Pendidikan yang lebih baik, perbaikan ekonomi, fasilitas perawatan kejiwaan, dan lingkungan hidup bisa mengurangi krimaniltas. Tapi jika berasumsi bahwa sebagian orang memang dilahirkan untuk menjadi penjahat ya berati anda memcari alasan baru.

Ini jumlah alasan saya mengapa saya tidak melakukan sesuatu :
  • Saya pengen jadi penyiar radio, tapi saya cadel. Artikulasi pada hururf 'r' kurang jelas.
  • Saya ingin memperdalam Bahasa Inggris dan Jerman, memori saya pendek, sehingga gampang lupa.
  • Saya pengen jadi fotgrafer, tak punya uang untuk membiayai.
  • Pengen belajar desain, ternyata saya agak buta warna, tak bisa membedakan tone warna.
  • Saya pengen bisa nyanyi tapi tidak bisa menyesuaikan diri dengan tempo, selalu telat.
  • Saya ingin naik gunung tapi saya alergi pada suhu dingin dan panas.
  • Saya pengen jadi penulis tapi di dunia ini sudah sangat banyak penulis.
  • Pengen jadi guru kurang sabar dengan anak-anak.
  • Ingin mandi airnya dingin.
  • Ingin kerja semalam kurang tidur.
  • Ingin nyuci sendiri alergi detergent.
  • Pengen buat usaha tak punya ilmu menejemen, dan sebagainya.


Selalu ada alasan kan untuk tidak melakukan sesuatu. Alasan memang selalu menjebak. Saat selesai satu alasan maka akan muncul alasan yang lain. Bahkan saat mulai sesuatu kadang tak bisa membagi dengan yang lain. Saat ingin hidup malah tidak punya alasan.

Masih terjebak dengan berbagai alasan setiap harinya, sedikitlah keluar dari ritunitas, pikirkan sejenak mengapa tak ada jalan keluar. Apa yang belum dilakukan untuk semuanya. Di film action jika semua sudah di cek dan hasilnya nihil itu artinya ada yang luput dari pengecekan atau ada penghasut di dalamnya. Bisa jadi malah alasannya tidak beralasan, alias fiktif. 

Mari bangun dan mulai langkah pertama. Masih beralasan juga?

Kamis, Desember 15, 2011

Air Beriak Tandanya Dangkal

Pernah mengalami masa-masa sok tahu? Saya pernah dan masih. Kadang seseorang menjadi sok tahu kalau merasa lawan bicaranya tidak tahu, atau memang punya sifat sok tahu saja, bisa juga karena senang menguasai pembicaraan.

Ngomongin apa saja gayanya seperti dewa pengetahuan, ahli hukum, teolog, atau ahli kejiwaan, merasa paling tengil, dan sebagainya. Jika yang diajak bicara tidak mengerti mungkin akan sedikit merasa hebat tapi jika ternyata lawan bicaanya lebih tahu kemungkinannya si lawan bicara senyum-senyum saja sambil mendengarkan dalam hati dan menganggapnya sebagai hiburan, langsung membantai karena tidak sabar dengan pernyataan-pernyataan lawan bicaranya, atau malah jadi perang mulut tidak karuan jika si ahli tidak dapat menjelaskan gagasaanya dengan efisien, bisa juga karena orang yang sok tahu itu begitu ngototnya, mungkin dalam rangka menyelamatkan wajahnya karena malu yang diajak bicara lebih tahu, atau memang tetap merasa lebih tahu dari orang lain. Mengakui kesalahan dan kelemahan sendiri memang lebih sulit dariada sekedar mengakui kehebatan orang lain.

Berikut contoh kejadian sok tahu yang saya dan beberapa teman kawan alami;

>>> Pernah seorang kenalan dari Makasar berceramah mengenai bahasa Jawa, mungkin dari bahan yang sepintas dia dengar selama beberapa bulan jadi mahasiswa di Yogyakarta. Dia bilang di Jawa tidak ada huruf 'B' adanya 'mB', semua kata berawalan 'b' akan menjadi 'mb'. Misalnya mBantul, mbah, mbangun, mbecak, dan lain sebagainya.

Saya kira kengototannya tidak beralasan. Dia berbicara dengan orang yang 20 tahun berbahasa Jawa dan tinggal di Jawa sedangkan dia baru datang beberapa bulan dan ngotot bahwa 'b' harus menjadi 'mb', meskipun bukan ahli bahasa Jawa tapi saya tahu bahwa 'biyung' tidak dibaca ataupun diucapkan 'mBiyung', 'budi pekerti' juga tidak menjadi 'mbudi pekerti', bocah juga tidak menjadi 'mbocah'.

Saya cuma nyengir sambil mengerutkan kening.

>>> Membahas agama orang lain kadang bisa menjadi topik yang menyenangkan untuk menambah pengetahuan mengenai kebinekaan negeri ini. Tapi jika sudah mulai tidak toleran merasa paling benar mestinya dihentikan saja karena agama adalah topik yang sensitif. 
Seorang teman pernah membicarakan tata perceraian penganut Katolik di bengkel motor, kawan saya ini muslim, ia dengar dari diskusi sekilas dengan kawan lain yang beberapa diantaranya Katolik dan Kristen. Seorang ibu-ibu yang juga di bengkel dan ternyata Katolik merasa harus meluruskan pembicaraan mengenai perceraian di agamanya tersebut tapi teman saya itu tetep kekeh menjelaskan, sedangkan ibu itu tetap merasa bahwa tidak sepenuhnya demikian. Kawan satunya malu, dan pura-pura tidak mendengar. Beberapa saat kemudian ibu itu pergi karena jengkel.

Sok tahu seperti ini bisa jadi awal yang bagus untuk memulai konflik umat beragama jika tak ada yang mau mengalah.

>>>> Saat sedang menunggu bis di terminal Giwangan Jogja seorang ibu-ibu berdiri di sebelah katanya mau ke Klaten. Ia membiarkan 1 bis Sumber Kencono lewat, padahal setau saya bis itu akan lewat Klaten dalam perjalanannya ke Surabaya. Tak berapa lama lewat lagi bis jurusan Surabaya.

"Ini bisa ke Klaten kan Bu?" Saya pura-pura bertanya.
"Saya ini orang Klaton koq diajarin," jawanya di depan orang-orang yang juga sedang menunggu bis.
Plak...sok tahu bisa mempermalukan diri sendiri.

>>>> Seorang kawan seseorang di kampus lain, saat sedang ada acara, yang dari awalnya sudah sok-sokan. Pertama dia mengaku mahasiswa kedokteran kejiwaan. Padahal teman saya tahu betul di sana tidak ada jurusan kedokteran.. Akhirnya dia mengaku bahwa jurusannya psikologi. Seorang  mahasiswa psikologi mestinya tahu bahwa pendidikan psikologi dan kedokteran jiwa itu sama sekali terpisah. Kemudian dia berbicara mengenai kesadaran, hingga sampailah pada hipotalamus.

Kawan saya iseng dengan bertanya, "Hipotalamus itu apanya hipopotamus?"
"Itu juga bagian otak yang tidak jauh dari hipotalamus cuma saya lupa fungisnya," jawabnya.
Kawan saya sakit perut menahan ketawa demi tidak menyakiti perasaan lawan biacaranya. Jelas lawan bicaranyanya itu sangat 'mbanyol'. Hipotalamus adalah bagian dari otak yang mengatur sekresi hormon sedangkan hipopotamus adalah kuda nil yang belum pernah jadi bagian otak maupun menjadi pembahasan dalam psikologi faal.

Teman saya tidak pernah memperkenalkan diri sebagai mahasiswa psikologi, kami juga tidak tahu apakah 'anak itu' sekarang sudah mengerti perbedaan hypotalamus, hippocampus, dan hipopotamus.

Sifat sok tahu bisa menjadikan seseorang bahan lucu-lucuan orang lain tanpa si pelaku menyadarinya.

>>>> Pernah seseorang tak dikenal menjelaskan tentang kamera analog, bagaimana orang 'luar negri' memandang kamera analog, saat itu saya sedang motret dengan Pentax 1000. Saya biarkan dia ngoceh selama hampir 1 jam sambil motret.

Mendadak ia tampak tolol saat tak bisa menyebutkan 1 seripun kamera analog, dan merubah topik pembicaraan mengenai zodiak.


Benar kata peribahasa, air beriak tanda tak dalam.

Minggu, Desember 11, 2011

Antara Indonesia dan Galau

abibunda-indonesia.blogspot.com
rezamuzay.blogspot.com
Galau. Apa yang kepikiran waktu denger kata itu? Kemungkinan adalah pikiran, perasaan, keadaan yang kacau. Kebayang ga? Misalnya ada yang ngetweet, "Pacarkau koq ga ada kabarnya toh?" trus ada yang bales "Galau yah?" padahal kan bisa juga pakai kata cemas.

Ketika memasukkan kata galau kemudian cari di google maka banyak cerita dan penjelasannya yang muncul. Jejaring sosial pun dipenuhi dengan kata galau. Apakah makna dan fungsi spesifik dari kata galau, sepertinya ada peluasan makna. Banyak keadaan yang diungkapkan hanya dengan kata galau padahal masih ada ungkapan yang lebih tepat. Itu berarti juga banyak ungkapan lain yang tidak digunakan karena fungsinya telah diambil alih oleh kata galau.

Kalau dipikir ini pelajaran bahasa Indonesia? Iya, tapi bukan itu intinya. Bahasa itu budaya, tapi juga bisa seperti trend fashion. Kata-kata timbul tenggelam dan berubah makna dengan berbagai konotasi. Tapi jika satu kata digunakan untuk menggambarkan keadaan yang luas dan umum yang sebenarnya punya istilah sendiri-sendiri yang lebih spesifik. Itu penyempitan bahasa kan. Apa kita harus mengikuti trend secara mentah-mentah?

Misalnya seseorang yang hubungannya sedang banyak masalah diambang kehancuran,  mungkin kata yang lebih tepat adalah runyam, yang artinya gagal, tidak berhasil (jadi), kalut.

Perasaan orang yang menunggu lamarannya diterima atau ditolak, bisa menggunakan kata resah.
Seseorang yang ditinggalkan orang yang dikasihi mungkin bisa menggunakan kata kalut.

Seseorang yang tidak tau menentukan pilihan, bisa menggunakan kata bimbang.

Orang merasa pikirannya penuh, sehingga sepertinya butuh sekali bercerita bisa menggunakan kata sumpek.

Kata pilu bisa juga digunakan manakala sangat sedih.

Sedangkan galau menggambarkan pikiran yang tidak karuan, misalnya saat mencintai seseorang tapi seseorang itu kurang baik buat dia. Selain itu masih ada kata sedih, risau, kacau, gundah, duka, pahit, dan lain-lain. 

Bahasa merupakan cermin suatu bangsa. Kalau punya banyak kosa kata mengapa mesti memakai satu kata yang sama berulang-ulang. Penggunaaan kata yang monoton bisa jadi menggambarkan keadaan bangsa yang malas berpikir, mudah digerakkan oleh trend.

Bahasa itu milik semua penggunanya, bukan hanya urusan para 'polisi' bahasa. Jadi tidak ada alasan bahwa hanya pengarang dan ahli bahasa yang mesti menggunakan ungkapan yang bervariasi. Jika tingkat kepedulian masyarakat terhadap ragam bahasa rendah maka seperti itu pula kepeduliannya terhadap budayanya sekarang, mesti digerakkan dulu oleh trend dan provokasi barulah merubah sikap, tapi sikap intinya tetap tidak berubah yaitu ikut-ikutan trend.

Budaya yang dimaksud tentu saja bukan hanya sejenis upacara adat, benda-benda bersejarah, atau semacamnya, namun lebih pada seluruh hasil budi dan daya masyarakatnya. Jika masyarakat pada masa sekarang dalam hal bahasa hanya menghasilkan kata galau dan sesuatu maka segitulah hasil budi dan daya masyarakat itu. Jika jaman dulu nenek moyang kita menghasilkan banyak hal daripada kita sekarang berarti nenek moyang kita lebih banyak mikir dan bertindak sedangkan kita (mungkin) lebih banyak menuntut.

Bahasa yang dipakai menggambarkan pikiran penggunanya, masyarakat yang gampang galau dan tak bisa memberi penjelasan selain mengatakan ada sesuatu.

Apakah galau demikian membanggakan sehingga selalu dianggap sebagai sesuatu (something) padahal itu bisa saja nothing? Bagaimana jadinya bangsa ini jika kegemaran masyarakatnya adalh galau masal.

*Catatan galau tentang bahasa Bangsa yang bikin galau.



Jumat, Desember 09, 2011

Pak Polisi Pliss Donk

Lembaga kepolisian dan yang sederajat sudah lama menjadi sorotan karena segala macam kontrovesinya juga hal-hal istimewanya. Salah satu kontroversinya adalah Norman lipsing sambil joget-joget ga jelas dan sebenarnya biasa aja tapi jadi terkenal  sedangkan Syahrini mesti belajar bedakan dan pake buku mata daun lontar dulu baru terkenal.

Skip. Saya bukan mau bahas tentang itu.

ucix.multiply.com
Jadi saya sepagi ini udah mengalami kejadian-kejadian menyebalkan saat berkendara. Seseorang menyalakan lampu sen belok kiri di pertigaan dan saya yang mau belok kanan otomatis menunggu. Eh ternyata dia lurus ajah. Mungkin aja lupa tidak mematikan di belokan sebelumnya, tapi itu menyebalkan karena saya sedang buru-buru.

Sekitar 5 menit kemudian saat saya sedang nyanyiin Alwaysnya Bon Jovi seorang pengendara di kiri agak depan tiba-tiba menyilang belok kanan tanpa menyalakan lampu sen ataupun menunjukkan tanda-tanda akan belok kanan. Padahal saya sudah siap mendahului dari sisi kanan. Rem depan belakang, engine break, dan sekaligus lagunya Bon Jovi berhenti. Sh*t. Setelah itu baru dia menyalakan lampu sen dan melenggang seolah tidak pernah diselamatkan oleh rem caram saya.

Tujuh menit kemudian seorang pengendar matic menzigzag jalan saat kendaraan padat merayap di 30 meter menjelang lampu merah.

Ada apa yah dengan pengendara motor Indonesia ini, ga ada yang ngajarin berkendara yang benar apa yah? Apa emang iya?

Ada ga seh panduan sebaiknya kapan lampu sen dinyalakan atau pada jarak berapa sebelum belok sebaiknya lampu sen dinyalakan, atau pengajaran yang jelas dan bener tentang cara berkendara yang baik, atau apa yang mesti dilakukan selain mengerem jika kendaraan mesti berhenti sesegera mungkin.

Apakah ada yang salah dalam pemberian surat ijin mengemudi, sehingga banyaknya ijin yang dikeluarkan tetap tidak sebanding dengan jumlah orang yang memiliki kemampuan mengemudi yang layak. Karena ternyata SIM tidak menjamin kamampuan mengemudi hanya menjamin lolos razia. Itulah kenapa banyak kecelakaan yang disebabkan oleh kemampuan pengemudinya yang kurang, berbeda dengan di negara maju yang mana kebanyakan kecelakaan disebabkan oleh pengemudi yang mabuk. pengemudi yang mabuk, pengemudi yang buruk, sama bahayanya.

Banyak orang Indonesia yang jika mengnginkan SIM malah menghubungi calo, dan lembaga kepolisiannya juga kenapa bisa di 'calo' in seh. Bukannya setiap kali ada kecelakaan yang disebabkan kurangnya kemapuan pengendara dan dia punya SIM berarti lembaga kepolisian juga punya andil kan. Bisa juga dituntut karena surat yang mereka terbitkan tidak dapat menjamin kelayakan pemiliknya.

Begitu kan, kan, kan?

Jika ada kasus tambahan misalnya si empunya SIM nembak KTP juga karena ternyata masih belum cukup umur, paling tidak ujian mendapatkan SIM ini diperketat, hentikan praktek percaloan. Ini masalah nyawa orang banyak jangan main-main.

Orang-orangnya juga, kenapa milih calo sih, katanya ga suka korupsi, ga suka lembaga yang korup, ga suka dobohongi pemerintah lagi, kenapa malah memberikan lahan dan kesempatan kepada para calo itu. Apa sebenarnya kata 'ga' itu semacam tambahan tak punya arti atau kata 'ga' itu cuma bentuk konformitas ajah?

*Catatan kecil dari seseorang yang SIM-nya juga nembak.

Selasa, Desember 06, 2011

Catatan Kecil Tentang Peminta-Minta

Saya sungguh kesilitan menempatkan perpektif saya dalam tulisan ini, apalagi saat memilih judulnya.

Beberapa hari lalu dalam perjalan ke Bantul untuk servis kamera saya berpapasan dengan seorang ibu. Pakainnya lusuh, di punggungnya ia memanggul karung, sepertinya pemulung, di belakangnya seorang anak kecil bertopi dan sendal yang kebesaran berusia sekitar 3 tahun berlari-lari untuk mengimbangi langkahnya. Hari itu jogja sedang dijerang panas, di bawah matahari kulit mereka terlihat semakin legam. Perasaan saya pun semakin tertohok saat melewatinya dan dilehernya menggantung kain dengan buntalan di dadanya berisi bayi.

Kebanyakan petani di sana adalah penggarap. Mereka tidak 
punya sawah sendiri. Otomatis mereka harus bekerja ekstra
keras atau mereka tidak akan punya sisa dari  hasil
pertaniannya.  Pentax 1000, Efinity 100.
Pertanyaan yang kemudian muncul dalam otak saya adalah bantuan apa yang dapat diberikan. Bahkan sampai hari ini saya tidak tahu apa yang dapat saya lakukan.

Kejadian serupa sebenarnya sering terjadi, tapi saya tidak kunjung menemukan cara untuk membantu mereka. Karena itu seringkali lebih sering mengabaikan penglihatan saya itu, dan membiasakan diri dengan kemiskinan pikiran saya. 

Orang-orang tua yang memenuhi sepedanya dengan muatan gerabah lalu mendorong dari tempat pembuatan gerabah di Kasongan ke pasar-pasar tradisional, Giwangan, Gamping, Godean, Beringharjo, dan pasar-pasar kecil lainnya. Mereka berangkat pukul 3 pagi secara bergerombol. kakek-kakeknya biasanya masih dengan kalung sarung dan nenek-neneknya tetap memakai kain. Sendal jepit diselipkan diantara barang dagangannya, entah kapan akan dipakai. 

Pemandangan semacam itu yang membuat saya seringkali sinis terhadap  peminta-minta dan para pengamen yang tidak (ingin) menghibur. Karena itu sering kali saya memberi karena tidak ingin berurusan bukan karena ingin membantu apalagi karena tersentuh. Mereka yang lain bercucuran keringat mengais gelas plastik sambil menjaga dua orang anak kecil sekaligus, ada yang mendorong sepeda sarat gerabah dari kasongan hingga pasar Sentolo (arah Jogja Kulonprogo), ada yang berjalan kaki dari perbukitan arah Panggang untuk berjualan peyek jingking di pantai Parangtritis, ada pula yang menjadi kuli gendong pasar Beringharjo di pagi buta, petani yang selalu dipermainkan oleh harga pupuk dan hasil panen, dan para pekerja keras lainnya yang tak tersebut dan tak saya tahu.
Saat musim kering tanah menjadi sangat keras, sehingga 
nenek ini harus  memakai gancu untuk bisa menggali singkong. 
Karena masa panennya yang lama singkong seringkali menjadi 
cadangan saat musim kering dan tidak ada hasil panen lain 
yang tersisa. Pentax 1000 Efinity 100

Hal itu pula yang membuat saya berdebat dengan seorang peminta-minta yang minta tambahan uang (alasannya) untuk beli nasi padang, atau penolakan saya terhadap permintaan sumbangan seorang nenek-nenek yang membawa proposal pembangunan masjid yang sudah sangat lusuh, sehingga nenek itu marah dan ngomel-ngomel.

Ini sama sekali bukan masalah nominal. Hanya saja peduli tidak berarti memberi. Islam tidak mengajarkan mengemis, dan untuk apa melakukan perbuatan yang lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Jika tiap peminta-minta diberi maka penghasilannya akan lebih besar dari pegawai negri, bayangkan berapa banyak yang tergiur untuk alih profesi. Berapa penurunan produktifitas yang dialami negeri ini. Berapa perpanjangan waktu yang dibutuhkan untuk pembangunan negri ini jika orang-orangnya lebih banyak yang berprofesi menjadi peminta-minta.

Saya beberapa kali menemukan peminta-minta yang benar-benar membutuhkan bantuan, tapi sekali lagi itu hanya beberapa dibandingkan dengan keseluruhan semua yang pernah saya jumpai. Seorang ibu dengan anaknya yang menderita hidrocepalus di depan Ramai Mall, karena mungkin keterbatasan pendidikannya ia tak tahu bahwa anaknya bisa mendapat penanganan gratis. Bukan pengemis di jalan solo yang punya rumah dan motor 3, atau ibu-ibu yang berangkat mengemis diantar dengan Jupiter Z merah baru.

Saya sangat hargai bapak penjual makanan keliling di Malioboro yang dengan untungnya yang tidak  seberapa memaksa mengupah saya dengan es teh karena membacakan koran di rubrik olahraga di sela-sela waktu istirahatnya. Semoga mereka, para pekerja keras itu masih selalu punya cara dan pikiran sendiri untuk tidak menengadahkan tangan kepada orang lain. Semoga engkau punya tempat yang istimewa dalam pandangan manusia maupun Tuhan. 

Ah...bukannya saya nemu solusi malah nemunya makin banyak masalah. Tak mengapa, semoga pendalaman masalah menjadikan saya semakin dekat dengan solusi. Saya belajar, lebih tepatnya mengatasnamakan ketidakmampuan saya sebagai masa belajar.

Jumat, Desember 02, 2011

Ramalan 2012

kaskus.us
Just for Fun

1. Boy band effect : Makin banyak cowok melambai dan homo karena ketularan
2. Girls band bergaya Korea mulai turun pamornya
3. Bola-bola melambung di timnas Indonesia sudah ga trend
4. SBY bakal ikutan stand up comedy < #_#   *ngawur>
5. Kegelisahan masyarakat karena ketidakjelasan tanggal kiamat
6. Temen deket bakal merid
7. Aku bakal nylesein skripsi :D

Rabu, November 30, 2011

11 Tipe Orang Yang Sulit Menemukan Cintanya


Ini bukan membicarakan tentang mereka menikah atau tidak, atau seberapa banyak mantan pacar yang mereka miliki. Meskipun kebanyakan alasan menikah adalah cinta tetapi kenyataanya tidak semua menikah karena cinta. Tidak sedikit orang yang menikah untuk alasan kemanan, dan stabilitas semata., atau karena lelah dihujani pertanyaan orang-orang, bahkan karena lelah percaya bahwa ia akan menemukan cinta yang benar-benar menusuk hatinya. Sehingga tidak sedikit orang yang menikah hanya karena pilihan emosional.

vogue.com
Jodoh memang hanya Tuhan yang tahu, tapi konsep jodoh juga cuma Tuhan yang tahu persisnya. Apakah seseorang memang ditakdirkan melewati banyak cinta sedangkan yang lain tidak, atau hanya sekedar bayang-bayang cinta. Ini juga tidak sepenuhnya pasti, just for fun. 

Berikut saya sebutkan orang-orang yang kemungkinan kesulitan menemukan cintanya beserta alasannya:

1. Orang yang dipuja-puja
Orang yang dipuja-puja seperti aktris dan model cantik cenderung menikah berkali-kali bukan semata-mata karena mereka senang berganti pasangan akan tetapi karena seringnya mereka dipuja-puja sehingga terbentuk skema kepribadian yang ingin selalu dipuja. Sikap ini kadang terbawa hingga ke dalam hubungan percintaan. Setiap orang butuh orang untuk mengerti dan dimengerti bukan yang memuja atau dipuja. Jika tak mampu dan mau menyadari bahwa dalam hubungan percintaan dia dan pasangannya sejajar maka gonta-ganti pasangan tidak akan berhenti.

2. Pemikir
halfdone.wordpress.com
Seorang pemikir bisa saja menemukan bahwa hubungan dalam percintaan itu sangat sederhana, tapi bisa juga malah meletakkan varibel-variabel yang rumit dalam mencari penjelasan tentang cinta itu sendiri. Jika ia terlalu banyak berpikir sampai-sampai lupa menjalaninya maka cintanya berhenti di teori. Pasangannya adalah pikirannya sendiri bukan seseorang.

3. Player
ngerumpi.com
Meskipun seorang player cenderung mudah berganti-ganti pasangan, tidak berarti mudah pula menemukan cintanya. Dalam diri seorang player seringkali terjadi bias perasaa, antara hasrat menaklukan dan mencintai..

4. Kelewat Jelek
Kenyataanya good looking itu membawa kesan positif sehingga banyak didekati lawan jenis maupun yang sejenis, tapi bagaimana jika kawan-kawan bukan Darius Sinatria yang baru lahir saja sudah ganteng. Karena sedikitnya jumlah orang yang mendekati maka menyulitkan proses seleksi. 

5. Kelewat Miskin
Era emansipasi wanita belum benar-benar lewat. Buktinya hingga kini masih banyak Cinderela. Jika yang miskin adalah lelaki wanita akan berpikir ulang untuk tetap bersamanya, karena mereka cenderung memilih pria mapan secara ekonomi.

sequentialcrush.blogspot.com
6. Terlalu Pintar
Bila yang terlalu pintar adalah lelaki biasanya tidak terlalu masalah, tapi jika yang terlalu pintar adalah perempuan laki-laki cenderung menghindar. Mebanyakan dari pria merasa gengsi jika berada di bawah perempuan dalam hal kecerdasan dan penghasilan.

7. Terlalu Kaya
Orang yang telalu kaya akan sulit mendapatkan cintanya karena jika ada orang yang mendekatinya ia cenderung curiga, ia didekati karena cinta atau kekayaaanya. Karena itu orang kaya sering kali mecari pasangan yang sebanding harta, selain untukmeningkatkan bisnis juga untuk menghindari kecurigaan itu.

8. Eksentrik
Orang-orang eksentrik bisanya memiliki sikap, tingkah laku, dan pola pikir yang berbeda dari kabanyakan orang. Karena itu tak mudah mencari orang yang sehati dengannya.

bocoran-bocoran.blogspot.com
9. Perfeksionis
Si perfersionis ini cenderung memiliki kriteria berlebihan dalam mencari pasangan. Padahal tak ada manusia sempurna.

rissamdan.blogspot.com
10. Workaholic
Para workaholic cenderung menghabiskan waktu lebih banyak untuk memikirkan pekerjaanya daripada dirinya sendiri. Tak heran jika seringkali kehidupan pribadinya terbengkalai. Semakin tahun jumlah workaholic semakin mningkat.

11. Takut
Ketakutan memang seringkali membuat seseorang berhenti melangkah. Jika ia tidak keluar dari dari rasa takutnya atau menelaah sumber rasa takutnya itu  maka selamanya ia akan di serang rasa takut yang sama. Rasa takut ini meliputi takut terluka ini biasanya dikarenakan trauma,  takut menyakiti pasangannya biasanya karena memiliki kekurangan, takut keluar dari zona nyaman karena terbiasa sendiri, takut kehilangan keseimbangan hidupnya karena mesti berbagi.


Selasa, November 29, 2011

Tips Menyelamatkan Diri dari Bencana Fashion

sepatu boots membuat kaki dan pinggul
yang besar telihat seimbang
joesbonamassa.blogspot.com
Saya yakin kawan-kawan bisa dan biasa memilih sendiri pakaian yang akan dikenakan tiap harinya. Memilih tiap bagian yang akan dipakai. Meskipun demikian, memilih pakain itu tetep saja gampang-gampang susah. Kita cenderung selalu berusaha beradaptasi dengan mode  yang sedang trend saat ini. Tidak ada salahnya memang, tapi ada baiknya kita mencermati kebutuhan dan prioritas kita agar tidak menjadi korban mode.


1. Ikuti Aturan Sendiri
Kawan-kawan bisa membeli pakain sendiri dan memakainya sendiri, sering mencoba-coba dengan warna dan potongan baju, pada akhirnya kawan-kawan akan memiliki suatu skema berpakaian yang dirasa cocok dan nyaman dengan tubuh. Misalnya merasa cocok dengan warna pink pastel sehingga membuat kulit terlihat tidak kusam, atau warna hijau tua membuat kantung mata tampak jelas, atau motif garis vertikal untuk memberi kesan lebih langsing Jika kawan-kawan sudah menemukan warna, motif, dan potongan nyamannya maka ikuti aturan tersebut. Seorang penulis di Vogue Magazine pernah memberi tips ini di program Oprah Winfrey Show.

2. Jangan Mengikuti Fashion
Bukan bermaksud untuk mengajak tidak update, tetapi jika sudah punya aturan berpakaian maka ikuti aturan itu. Rumah mode tenar pun tidak selalu mengeluarkan pakaian yang bisa dipakai semua orang. Jika pakaian itu terlihat bagus di tubuh para model ingatlah bahwa mereka dibayar jutaan memang karena bentuk tubuhnya yang good loking selain itu mereka juga didampingi para ahli fashion supaya pakaian yang dikenakan dapat menutupi kekurangan mereka. Pilihlah yang sesuai dengan bentuk tubuh kawan-kawan.

Contohnya, jika memiliki bokong dan pinggul yang tebal, hindari memakai rok model bertumpuk atau balon meskipun sedang in, ini akan membuat bagian pinggul terlihat lebih tebal lagi. Bagi kawan-kawan yang kurus dan tinggi memakai skinny jeans dengan sangat ketat akan terlihat seperti tengkorak berjalan, tapi jika tetap ingin memakai skinny jeans bisa dipadukan dengan atasan yang agak panjang dan atau sepatu boot.

3. Perhatikan Kelebihan dan Kekurangan
Potongn baju seperti ini berguna
untuk menutupi lemak di
pinggang. Sumber
fashion.dinomarket.com
Kita tidak akan selalu menemukan pakaian yang sesuai dengan bentuk tubuh kita dengan mudah. Memperhatikan kelebihan dan kekurangan bentuk tubuh akan membantu dalam memilih pakaian. Saat-saat kita sulit menemukan pakaian yang pas ini akan sangat membantu kita tinggal tentukan skala prioritas, kita ingin menonjolkan kelebihan kita dulu atau lebih dulu menutupi kekurangan kita.

Misalkan kita memiliki pinggang yang agak berlemak maka kita bisa menghindari kaos gantung dan jenas model hipster, sebagai gantinya mengenakan kaos model sabrina yang agak panjang sehingga menyamarkan lemak di pinggang.


4. Skala Prioritas
Jika aktivitas kita menuntuk banyak bergerak dan berpindah tampat maka prioritaskan memilih pakaian yang memudahkan kita untuk bergerak. Pakaian yang mengganggu akan memecah konsentrasi, sehingga tidak fokus pada apa yang kita kerjakan tetapi malah memikirkan pakaian kita. Jika kebanyakan aktivitas kita di luar ruangan maka di lemari perbanyak pakaian katun yang dapat menyerap keringat.

5. Utamakan Nyaman dan Sehat
Kenyamanan memberi tambahan nilai dalam berpakaian. Kenyamanan membuat kita lebih percaya diri. Hal ini berpengaruh langsung terhadapa cara kita membawa diri sehingga kita terlihat apa adanya dan menjadi diri sendiri. Kencantikan yang hadir dari dalam diri lebih tahan lama dan enak dilihat.


Kecantikan yang utama adalah kesehatan jiwa dan tubuh kita. Percuma berpakain super keren jika wajah pucat karena diet terlalu ketat sehingga kekurangan asupan nutrisi, atau agar telihat montok memakai pakaian terlalu ketat yang malah menyebabkan tidak nyaman beraktivitas karena pernafasan tidk lancar.


6. Mintalah Masukan
Jangan terlalu kaku. Mintalah masukan dari orang-orang di sekitar kita untuk meningkatkan kualitas fashion. Meskipun pendapat mereka tidak mesti kita turuti setidaknya itu membatu kita membuat gambaran mengenai bagaimana penampilan kita.

tokopetra.com
7. Tetap Fleksible
Terlalu saklek dan monoton dalam mengikuti aturan berpakaian akan membuat kita tampak seperti Betty La Fea. Karena itu tetaplah bereksperimen dan jangan takut mencoba. Berani berekperimen akan membatu kawan-kawan mengenali bagian-bagian diri yang selama ini tersembunyi.

8. Kreatif
Kita tidak harus selalu membeli pakaian baru untuk tampil fashionable. Bereksperimenlah dengan benang dan jarum, kancing, renda, potongan-potongan kain atau bahan-bahan lainnya. Modifikasi sendiri pakaian lama kita, dan dapatkan penampilan barunya.


Semuanya hanyalah bagaimana kita mengenali diri sendiri dan menjalanina dengan konsisten. Jika kita cenderung untuk terus menerus mengikuti mode ingatlah bahwa kita hanya akan menjadi konsumen yang terus menerus dimaanfaatkan oleh perusahaan mode, karena memang itulah yang mereka inginkan, memanfaatka kita.



Fashion yang Melukai

Sering kan kawan-kawan denger ada korban fashion atau korban mode? Olok-olok ini biasanya dipakai untuk orang-orang yang terlalu update soal fashion padahal dia bukan artis sehingga terlihat aneh di antara orang lain. Masalah update dan tidak update ini akan selesai dengan sendirinya ketika apa yang dipakai sudah populer, saat rumah mode hingga pasar emper toko menjual barang serupa. Tapi fashion bisa melukai lebih dari itu. Berikut contohnya :

1. Melukai Kantong
wewomentoday.com
Banyaknya anggaran yang dihabiskan orang untuk tampil fashionabel masing-masing orang bervariasi. Jika anda terlahir sudah mewarisi jaringan hotel Hilton mungkin tak masalah tapi jika penghasilah pas-pasan dan masih saja mengutamakan penampilan daripada makan sama saja bunuh diri pelan-pelan. Kawan-kawan bisa saja berolok-olok pada pecinta fashion tipe ini tapi sedikit banyak remaja melakukannya. Film Confession of A Shopaholic sepertinya bisa jadi referensi yang bagus.




2. Melaukai Fisik
beritasatu.com
Kategori melukai fisik ini banyak jumlahnya karena memang pertama-tama fisiklah yang menjadi target fashion itu. Bahkan dalam hal ini beberapa kawan berprinsif 'cantik itu butuh pengorbanan'. Fisik yang paling sering dilukai adalah :
freewebs.com
  • Melukai kaki, seringkali seseorang memaksakan diri memakai sepatu yang kelihatan pas di kaki dan kostumnya meskipun kurang nyaman, membuat lecet, berdarah, bahkan bengkak. Sepatu yang indah dan nyaman memang punya harga yang sebanding, rego nggowo rupo orang jawa bilang.
  • Menyiksa perut, karena ingin langsing seperti model-model dan manekin di toko banyak yang rela diet ketat hingga merelakan dirinya kelaparan bahkan kurang gizi. Karena banykanya kasus ini pemerintah Spanyol pernah memberlakukan aturan untuk memperbesar ukuran pinggang manekin.
  • Menyiksa tubuh, banyak orang seringkali memakai kostum yang tidak pas dengan cuaca. Misalnya saat panas terik memakai hot pant di luar ruangan. Ini menyebabkan kulit tidak terlindungi dari sinar matahari. Akan lebih nyaman memakai bawahan bahan katun yang agak panjang sehingga dapat melidungi kulit dari matahari sekaligus menyerap keringat.
  • Tidak aman, karena ingin cantik seseorang ingin rela memakai pakaian yang tidak bisa mengamankan 'asetnya'. Kasus yang paling sering adalah kemben mlorot.
  • Memalsukan, yang paling sering adalah ukuran buah dada sampai-sampai menyumpalnya. Sesuatu yang palsu tentu saja tidak senyaman ukuran aslinya. Selain ukuran dada yang tak kalah sering yaitu bulu mata.
3. Melukai psikis
Salah berkostum bisa membuat hati sakit sekaligus malu karena cemooh dan seloroh, bahkan bisa mengakibatkan pengusiran. Seperti yang dialami Rihanna akibat top less saat di pedesaan.

4. Melukai nilai-nilai budaya
Hal ini bisa terjadi jika invasi budaya asing terlalu berpengaruh sehingga cara berpakaian lokal tergeser. Contohnya di Indonesia sendiri sebelum batik di klaim oleh Malaysia, posisi batik jauh bila dibangdingkan dengan pakaian-pakaian bergaya Eropa

Berpakaianlah berdasarkan prioritas, nyaman atau sekedar cantik.



Kesalahan Umum Orang Tua Indonesia

1. Nembak Surat Ijin Mengemudi
http://www.americanpatrol.com
Hal ini umum sekali dilakukan, beberapa orang tua malah langsung mencari calo untuk mendapatkan SIM untuk anaknya, bahkan ada yang anaknya belum lancar mengemudi sudah dibuatkan. Bukannya mendorong anaknya untuk belajar mengemudi dengan benar dulu, membiarkan mereka berusaha, tapi malah langsung "membelikan" SIM supaya aman dari razia polisi. Apa salahnya membiarkan mereka berusaha terlebih dahulu, kalo gagal terus baru cari alternatif. Padahal membuat SIM resmi itu murah dan cepat. Tidak makan waktu lebih dari sehari, tidak menghabiskan dana lebih dari 200 ribu.

2. Jaim
Jaim atau jaga image sering dilakukan semua orang tapi ketika orang tua jaim kepada keluarganya sendiri secara tidak langsung akan membuka jarak. Tidak pernah mau minta maaf kalau salah, tidak mau mengakui kekurangan dan kelemahannya. Banyak orang tua yang memang takut kehilangan wibawa di hadapan anak-anaknya.

3. Menjadi Pegawai Negri
Tidak ada salahnya menjadi Pegawai Negeri tapi dari begitu banyak profesi dan jabatan mengapa pegawai negri yang seringkali ditekankan orang tua kepada anaknya. "Anaka saya pegawai negri," seolah pernyataan yang sangat membanggakan. Mengapa cita-cita harus sependek itu.

4. As Money Maker
Semua orang tua ingin anaknya sukses, tapi menjadi sukses tidak sama dengan menjadi mesin uang. Kebanyakan orang memang mengukur kesuksesan dengan seberapa banyak uang yang dihasilkan atau jabatan yang diemban. Kebanyakan orang tua kurang mendorong profesi-profesi yang kurang menjanjikan secara materi. Kecuali cita-citanya memang mejadi orang kaya apapun caranya, atau Dirut PLN atau malah presiden silakan saja.

5. Menganggap Kebaikan Sebagai Hal yang Wajar
Banyak orang Indonesia yang berpendapat bahwa sudah semestinya seseorang itu berbuat baik, sehingga ketika ada orang yang melaukukan kebaikan yang bersifat 'sehari-hari' mereka cenderung cuek dan menganggap itu sudah seharusnya.

Saat anak berbuat baik atau berprestasi orang tau diam saja, begitu salah atau nilai turun langsung bertindak. Cara mendidik seperti ini menjadikan anak-anak yang suka cari perhatian dan bikin ulah, karena orang tua mereka hanya akan memberi perhatian jika anak bermasalah.

6. Minder 
Sifat ini merupakan warisan sistem pemerintahan feodal untuk mempertahankan kekuasaan. Masyarakat dibuat mersa rendah diri dna menurut saja apa kata penguasa. Hingga sekarang saat pendidikan masuk ke desa-desa rasa rendah diri itu masih ada. Mereka cenderung grogi menghadapi polisi, atau petugas kelurahan. Ada keengganan yang besar untuk berhubungan dengan instansi-instansi publik.

Orang tua minder mencontohkan sikap minder pula kepada anak-anaknya. Bahkan beberapa orang menekankan kata-kata negatif. Misalnya mengatakan 'kita itu hanya orang desa.... ...'Kawula cilik hanya bisa pasrah...', 'kita ini cuma rakyat', dan sejenisnya.

*semua berdasarkan pendapat pribadi, survey seadanya tanpa olah data statistik.

Jumat, November 25, 2011

Catatan Hari Guru

Catatan seorang siswa sekaligus guru -yang tidak konsisten.
(Yogyakarta, 25 November 2011)

copiyan.wordpress.com
Guru itu memang pahlawan, tapi saya tidak akan mempahlawankan orang-orang yang hanya menunggu saat-saat gajian.

Berapa banyak orang yang benar-benar ingin menjadi guru? Berapa banyak pula orang yang menjadi guru hanya karena alasan keterbatasan lapangan kerja yang diharapkan, dan berapa banyak guru yang sebenarnya tidak tahu apa yang dia inginkan. Berapa banyak yang memegang profesi ini hanya sebagai sampingan (terutama yang sudah PNS) tidak menjalani dengan hati dan jiwa tapi juga tidak mau melepaskan, karena sayang akan penghasilan tetapnya atau juga statusnya.

Ada guru yang hidupnya sederhana dan bersahaja, penghasilan tidak seberapa tapi senantiasa mendidik, ada guru yang tidak senang menggurui, ada guru yang sama sekali tidak berstatus guru. Apapun keadannya guru itu mutlak diperlukan.

Profesi guru itu seperti jabatan presiden. Tidak berhenti saat jam kerja selesai atau keluar dari sekolah, tapi melekat terus menerus, saat di sekolah maupun di luar sekolah. Ia diperhatikan, dicontoh, digosipkan saat punya skandal, dicemooh saat ada yang tak puas dengan keputusannya, bahkan menjadi bahan ejekan siswanya. Guru diwajibkan menguasai materi bidangnya, ia juga diwajibkan memahami keadaan siswanya, ia pun mesti berhadapan dengan wali siswanya, masih harus menghadapi keadaan dirinya sendiri juga egonya. Jika ada profesi dengan tuntutan sangat tinggi itu adalah guru. Ditambah lagi ia juga mesti menerima bahwa gajinya sama sekali tidak berbanding lurus dengan tuntutannya.

Tantangan menjadi guru sekarang semakin besar. Trend orang tua sekarang lebih senang bekerja menghasilkan banyak uang untuk membuang anaknya ke sekolahan supaya diurus orang lain. Kalo anaknya tidak seperti yang mereka harapkan mereka menyalahkan orang-orang di sekolah, dan pertama-tama yang disalahkan tak bukan adalah guru. Saat anak-anak berbicara dengan bahasa tulis yang 4L4y maka yang dikatakan gagal mendidik adalah guru bahasa Indonesia. Ketika seorang menghina suku lain atau bisa dikatakan tidak memiliki wawasan kebinekaan maka guru kewarganegaraan yang dinyatakan gagal menanamkan dalam jiwa muridnya. Ketika guru matematika memberikan pekerjaan rumah berlebihan sehingga muridnya stress yang disalahkan adalah guru.

Guru di Masa kini

Era teknologi informasi ini menurut saya peran guru lebih baik ditekankan pada sisi kemanusiaan dengan penekanan pada transfer of understanding daripada sekedar transfer of knowledge seperti yang biasa terjadi. Para siswa kini bisa mencari bahan dan informasi yang mereka butuhkan dan mereka sukai di internet. Dalam hal sains komputer bisa berperan sangat baik, tapi soal kehidupan hanya manusia sendiri yang tahu.

Situasi sekarang dengan semakin menurunnya kualitas interaksi sosial kurikulum berbasis kemanusiaan jauh lebih diperlukan. Daripada mencetak beberapa siswa dengan prestasi dunia sedangkan puluhan siswa lain yang mecoba -dan beberapa berhasil- bunuh diri karena tidak kuat menghadapi tekanan sosial. Suatu bangsa dibentuk oleh kepribadian rakyatnya bukan oleh piala dan piagam yang dikoleksinya.

Kurikulum semacam ini menyederhanakan tugas guru tetapi sekaligus memperberat. Guru bisa fokus pada kematangan kepribadian siswa, sehingga siswa pun tidak terlalu tertekan dengan tuntutan materi, di sisi lain guru harus bisa tampil sebagai teman sekaligus teladan bagi siswa-siswanya. ia lebih bertindak sebagai konselor yang membantu siswa menyadari diri dan kehidupannya daripada sekedar kamus ilmiah tempat siswanya mencari tahu soal pelajaran.

Tanpa dukungan kurikulum dan sistem pendidikan guru macam ini akan menjadi 'musuh' para siswa maupun sekolah. Hal semacam ini saya sadari saat berada di SMP dan SMA. Saat SMP pak Bamabang Arif guru sejarah ingin meceritakan bagaimana suatu peristiwa itu menjadi bersejarah, para siswa sangat tertarik tapi yang dibutuhkan sekolah hanya siswa-siswa yang mampu menjawab soal ujian, tanggal berapakah peristiwa  Rengasdengklok terjadi, dimanakah penyusunan naskah teks proklamasi dilaksanakan, dan hal-hal semacam itu.

Saat SMA guru bahasa Indonesia, bu Kusrini, senang mengajak siswa mengalisis bacaan dan menyerap pesan moralnya, tapi yang dipikirkan siswa hanyalah bagaimana menghadapi soal ujian.

Saya yakin bahwa guru yang memiliki misi kemanusian masih sangat banyak meskipun berita-berita tentang guru yang tidak bermoral jauh lebih gencar.

Suatu saat saat akan menjadi orang tua, dan saya akan menitipkan anak-anak saya pada kalian, juga anak-anak yang lain. Hari ini, esok dan seterusnya kualitas bangsa ini kalian yang hasilkan. Selamat hari guru yang telat sehari. Tak perlu jaya di laut, darat, atau udara, tak perlu daftar piagam atau tanda jasa, muridmu yang akan tahu dan menilai seberapa baik engkau menjadi manusia.


Kamis, November 10, 2011

Backpaker, Orang tua, dan Pahlawan

picture by picturecorrect.com
Beberapa hari lalu di depan warnet melintas seorang bapak-bapak yang memakai tudung kepala, jaket panjang, celana 3/4 dan tas cangklong yang sepertinya cukup berat. Semuanya warna hitam kecuali tudung kepalanya yang berwarna putih. Ia menggandeng seorang anak lelaki sekitar usia 7atau 8 tahun dan ia mendengar dengan seksama celoteh anak tersebut sambil sesekali membungkukkan badan dan menunduk kepalanya.

Sepertinya mereka ayah dan anak, yang sudah menempuh perjalanan jauh dan dengan jalan kaki. Itu mengingatkanku pada kejadian sekitar awal Juli 2011 di Solo. Saat itu sudah malam, saat seorang ayah dan anak berjalan menghampiri dengan nafas yang ngos-ngosan menanyakan jalan ke stasiun kereta barang.

Sambil menghela nafas mereka sempat bercerita bahwa mereka dari jawa timur dan akan ke Bandung. Saat teman saya bilang jaraknya masih jauh, sekitar 25 km tidak ada mimik kecewa di wajah mereka. Setelah mengucapkan trerimakasih dengan logat sunda yang kental mereka melanjutkan jalan kaki dengan semangat.

Saya dan teman berpikir bahwa mereka adalah backpaker sesungguhnya. Sepasang ayah dan anak lelakinya yang berusia sekitar 12 tahun menyusuri jalanan kota asing di malam hari demi mencari transportasi gratis. Apakah saat keadaan berubah dan mereka tak butuh gratisan lagi si anak akan menceritakan hal itu sebagai sesuatu yang hebat? Atau apapun keadaanya ia selalu menganggap ayahnya hebat, kawan petualangannya sekaligus mentornya? Atau malah menyadarai bahwa itu bukanlah yang ia inginkan? Saya tak tahu.

Meski pada akhirnya setiap anak mengambil jalannya masing-masing, orang tua selalu punya peran menguatkan atau malah melemahkan cita-cita sang anak., atau menciptakan anak yang oposisional yang menentang semua hasrat orangtuanya, tak peduli isinya tapi hanya ingin menentang. Apapun orang tuamu hidupmu adalah pilihanmu, setuju tidak setuju itu tetap pilihanmu. Kamu adalah pahlawan bagi dirimu sendiri, apa yang kamu jalani sekarang berasal pilihanmu sebelumnya karena alasan 'tidak ada pilihan' sebenarnya tidak pernah benar-benar ada.

Selamat Hari Pahlawan Kawan.

Rabu, November 09, 2011

Nasihat Sebuah Blue Movie

Dari sebuah bokep yang -mestinya- memberikan pejaran berharga.

Kopi sudah siap, diiringi scores Yan Tiersen OST Goodbye Lenin mulai menulis. Hari ini pake rok pendek, meski tiap teringat bokep itu menjadi sangat enggan memakai rok, tapi sepertinya ini bagus untuk menghadirkan perasaan empati jika itu terjadi di kehidupan nyata tanpa skenario.


Apakah harapan cewek-cewek yang senang dengan rok mini atau hot pant saat bepergian? Menjadi perhatian? Atau ingin menunjukkan 'asetnya'? Apapun yang kau pikirkanlah. Jika suatu hari apa yang terjadi pada film yang akan saya ceritakan ini terjadi pada kawan-kawan jangan katakan bahwa tidak ada orang yang memperingatkan anda karena sebuah perusahaan pembuat blue movie pun pernah memperingatkan kawan-kawan tentang pelecehan seksual yang terjadi di tempat umum.

Settinnya adalah di kereta listrik, seorang perempuan sexy dengan rok mini, tank top dan cardigan berdiri di tepi jendela saat perlahan-lahan para pria mendekatinya, mencolek-colek dan semakin lama jumlah mereka semakin banyak sampai ia tenggelam di keruman para pria tersebut. Ia terus mendapatkan pelecehan, tak seorangpun menolong karena ia memang benar-benar berada di dalam kerumunan pria. Ia mulai menangis hingga maskaranya meleleh , benar-benar menangis bukan akting.

Durasi film ini pendek, gambarnya tidak terlalu detail, dan tidak ada adegan seks, hanya pelecehan tapi sangat keterlaluan jika terjadi di kehidupan nyata dan di kereta listrik, meskipun dalam kehidupan nyata malah seringkali lebih kejam.

Menurut saya pribadi ini lebih dari sekedar membuat blue movie kemudian dijual atau malah disebarkan gratis. Lebih merupakan peringatan bahwa kadang sikap atau pembawaan kitalah yang mengundang perhatian atau hasrat arang lain. Tidak melulu yang sikap negatif yang mengundang perhatian. Sikap kita yang positif juga seringkali menjadikan orang lain bersikap baik pula pada kita.

Mungkin kawan-kawan akan bilang, "Aku sudah bersikap baik dan positif tapi orang lain tetap tidak bersikap baik dan positif padaku." Kawan-kawan perlu ingat juga bahwa sikap negatif kawan-kawan juga belum tentu langsung ditanggapi negatif oleh orang lain kan?

Pepatah jawa mengatakan, "Ajining raga saka busana," yang artinya nilai raga tercermin dari pakaiannya, meski di budaya yang berbeda penilain masyarakatnya tehadap pakaian akan berbeda juga. Lebih tepatnya bebrbusanalah sesuai tempatnya.

Beberapa teman pernah komplain karena pahanya dipelototin orang saat memakai hot pant? Wow, itu resiko dari pant yang hot, sebenarnya tak perlu disesali. Bang napi bilang kejahatan bukan hanya karena adanya pelaku tapi juga adanya kesempatan.

Kasus:

Ini pengalaman pribadi saat jaman SMA masih naik bis ke sekolah. Ada seorang bapak-bapak yang senang menggunakan kesempatan dalam kerumunan untuk meremas pantat atau buah dada para penumpang bis, padahal saat itu kebanyakan siswi SMA memakai seragam longgar dan berkerudung.

Berhati-hati adalah cara terbaik.

NB : jangan tanya bokepnya apa. Koleksinya apa aja. Saya hanya iseng ngoprek kompy temen.

Sabtu, November 05, 2011

Cinta Kandas Karena Kelamin, Haruskah?

Siapapun kamu, bagaimanapun
ujung-ujungnya minta kelamin
(Kelamin Uber Ales, The Panasdalam)

Meskipun idealnya cinta tidak harus berhubungan secara kelamin, tapi seringkali kelamin secara langsung dihubung-hubungkan dengan cinta. Bahkan tidak jarang cinta kandas karena hal satu ini dan dengan demikian bisa dikatakan bahwa cintanya kurang tulus. Sekali lagi itu idealnya. Tiap orang boleh punya alsan apapun dalam urursan cintanya. Termasuk salah satunya alasan kelamin. Sebagian mungkin berharap cinta itu jatuh seperti hujan dari langit, kalo udah jatuh tinggal tadahin pake ember, dan sebagian yg lain lebih percaya bahwa cinta itu seperti harta mesti berjuang keras untuk mendapatkan dan menjaganya tapi juga harus meluangkan waktu untuk menikmatinya.

Setidaknya ada 3 masalah cinta dan kelamin yang diketaui dan dapat dibayangkan.
  1. Inspired dari The Pandal lagi dalam lagu pedofilia, cinta kandas karena usia mengapa kita berjumpa. Pedofilia sudah jelas merupakan masalah, bagaimana bisa seseorang menyalurkan hasrat seksualnya jika yang dihasrati belum matang secara fisik dan psikis. Kasus-kasus pedofilia sering kali merupakan pelecehan seksual, pemerkosaan anak dibawah umur, penipuan dengan iming-iming boneka atau permen, dan bisa juga korban traficking. Tapi jika si anak bilang, "Aku mencintainya dan dia mencitaiku," menirukan dialog sinetron dan telah menjadi seorang drama queen apa yang bisa orang dewasa lakukan? Merombak acara televisi setelah ada anak-anak yang jadi korban cinta-cintaan.
  2. Aku takut kamu suka pada diriku, Karna memang aku bukanlah lawan jenismu (Bukan Lawan Jenis, Efek Rumah Kaca). Cinta yang datang bukan dari lawan jenis kadang sering kali juga menjadi masalah. Pandangan masyarakat mengenai hal ini beragam. Beberapa negara mengijinkan pasangan berjenis kelamin sama menikah dan memiliki hak yang sama dengan heteroseks. Bagaimanapun pendapat masyarakat perasaan sifatnya sangat indivual. Masyarakat bisa menentang atau mendukung tapi kenyamanan hanya pelakunya yang tau. 
  3. Masalah yang ketiga adalah jika malah tidak memeiliki kelamin. Salah satu contoh yang terkenal adalah laksamana Ceng Ho yang cintanya mesti kandas karena kelamin. Laksamana tersohor dari negri Cina tersebut adalah seorang kasim. Ia dikebiri jauh sebelum ia menjadi seorang pejabat kekaisaran. Selama pelayarannya ia berlabuh di suatu tempat, seorang wanita ingin menjadi istrinya (kalo tidak salah dengan taaruf, karena Ceng Ho adalah muslim yang taat dan penjelahannya bukan dalam usaha penaklukan) ia menolak karena dalam hukum agamanya seorang lelaki tidak boleh menikah jika tujuannya untuk menyengsarakan. Walaupun tak punya keinginan menyengsarakan pastilah ia sadar ia punya kekurangan yang entah bisa dikompromi atau tidak. Dia laki-laki dan normal. Berbeda kasus dengan trans gender yang memang memutuskan untuk berganti kelamin. 
Cinta kandas karena kelamin, haruskah?


Kamis, November 03, 2011

From Ayu Ting-Ting Untuk Yayasan N7W

Siapakah sebenarnya kekasih Ayu Ting-ting yang tega memberikannya alamat palsu sehingga ia kesana kemari membawa alamat? Ataukah sebenarnya lagu itu hanya sebuah sindiran dengan fiktifnya alamat yayasan New 7 Wonder? Siapakah pencipta lagu Alamat Palsu tersebut, apakah dia ada hubungannya dengan nihilnya alamat yayasan New 7 Wonder?

Beberapa hari terakhir ini media-media hangat membahas kandidat komodo untuk menjadi N7W, juga tentang pro kontra SMS dukungan untuk komodo, kejanggalan mengenai eksistensi yayasan N7W, serta tidak sesuainya alamat yayasan tersebut.

Ngototnya Indonesia menjadikan Taman Nasional Komodo sebagai salah 1 dari N7W merupakan aksi selebritas semata. Komodo itu menakjubkan dengan atau tanpa menjadi anggota N7W tetap saja menakjubkan, dan seluruh dunia tahu itu. Tak hanya Komodo, negeri ini punya banyak hal ajaib, sejarahnya, lokasinya, spesies tumbuhan dan binatangnya, keragaman budayanya, bahkan korupsinya. "Mereka butuh ekosistem dan habitat bukan popularitas," tutur Guano "Eddy". Hari ini kita mendukung TNK untuk jadi juara sedangkan di saat yang sama perambahan hutan mengancam keberadaan bermacam spesies lain bahkan seisi bumi.

Pembelaan yang dilontarkan lagi-lagi adalah masalah ekonomi. Jika komodo dinyatakan sebagai keajaiban maka ia akan menambah daftar tujuan wisata di Indonesia dan akan menambah jumlah wisatawan. Apakah promosi adalah satu-satunya alasan sepinya pengunjung Taman Nasional Komodo? Sebelum menjadikan mereka (red-komodo) menghasilkan uang untuk kita kenapa tidak kita tilik dulu kesejahteraan mereka. Apakah masyarakat lokal sudah dipersiapkan untuk menghadapi hal tersebut, bagaimana menjaga kearifal lokalnya? Bagaimana membuat warga lokal yang menikmati hasilnya, bukan malah para investor asing dengan modal besar dan menjadikan masyarakat setempat sebagai buruhnya seperti yang sudah terjadi di kawasan lain. Siapkah itu semua?

Lagi pula adalah cara yang aneh mobilisasi massa untuk mendukung sesuatu itu ajaib atau tidak, bukan menuduh masa tidak mengerti keindahan atau adanya ketidakberesan, akan tetapi sepertinya tidak semua orang mengerti kriteria pemilihan dan skala prioritas penilaiannya, bahkan sebagian malah tidak tahu mana saja saingannya. Itu sangat tidak objektif. Kenapa tidak serahkan saja kepada juri yang ahli dan berpengalaman, sehingga tugas kita hanya mengawasi objektivitas mereka. Bahkan Miss Universe yang sama-sama kita lihat bentuk dan karakternya serta nantinya juga berperan sebagai publik figur pun tidak diputuskan melalui vote sms.

Selain itu alamat yayasan N7W ternyata juga tidak sesuai, bahkan yayasan tersebut tidak dikenal di Swiss. Jika yayasannya saja vitual bagaimana pertanggungjawabnya, apakah mereka akan membuat klarifikasi dan konferensi pers secara virtual juga? Bagaimana pula dengan status badan hukumnya? Kaluo yayasannya memang virtual kenapa tidak sejak awal menyatakan diri, malah menyertakan alamat, yang alamatnya tidak sesuai alias palsu.

Ada lebih banyak cara untuk promosi daripada sekedar mengetik "KOMODO" di phonsel. Apakah kengototan menjadikan TNK sebagai New 7 Wonder benar-benar meiliki dasar yang kuat darisekedar aksi selebritas? Sementara ini biarkan Alamat Palsu-nya Ayu Ting-Ting menjadi soundtrack keberadaan yayasan New 7 Wonder, hingga terkuak segala kebenaran.


Dragon Love

Kapi lampung terakhir. Mengingat-ingat masa puppy love yang udah lewat, triangle love udah basi, square love, dan seterusanya seperti lebih menarik. Circle love dan bahkan dragon love.

Berangkat dari status fb seorang kawan yang intinya dia menyukai seorang perempuan, tetapi perempuan tersebut menyukai lelaki lain, lelain lain itu menyukai perempuannya lainnya, perempuannya lainnya itu menyukai lelaki yang lain lagi, begitu seterusnya hingga sangat panjang, namun tak ada satu kisahpun yang menunjukkan saling mencintai sehingga cintanya bertemu. Lalu kuimajinasikan bahwa itu seperti naga yang amat panjang hingga btuh waktu amat lama untuk mempertemukan antar kepala dan ekornya.

Naga merupakan binatang mitos yang sangat panjang, karena saking panjangnya konon ia jarang melihat ekornya sendiri, sehingga seringkali ia mencari mencari-cari ekornya tersebut. Setalh usaha keras bertahun-tahun barulah ia dapat membentuk cincin dari pertemuan antara kepala dan ekornya. Jika pada suatu kemungkinan orang yang disukai orang lain menyukai kita dan kita menyukai orang yang lain lagi maka sebenarnya kepala dan ekor si naga tidak bertemu tapi siapa yang tahu mana ekor mana kepala?

Kisah cinta lebih sering mengalami loncatan-loncatan yang berada di luar imajinasi kita daripada mengikuti urutan-urutan seperti tangga dan naga. Meskipun beberapa kisa menjadi klise karena diceritakan berulang kali seperti Cinderela ataupun Romeo dan Juliet, tapi yang jelas siapapun kamu, bagaimanapun kamu nikmatilah saat kau masih merasakannya. Apa yang kamu jalani, dan kamu rasakan itulah ceritamu. Meskipun sangat biasa itu tetaplah luar biasa jika dialami sendiri.

Seseorang yang sebelumnya suka bisa mendadak ilfeel, yang bukan tipennya mendadak merasa kehilangan jika tak ada, tapi jangan lupa jujur pada diri sendiri. Jika ingin berpisah ya pisahlah saja, tak perlu menjadi lebih munafik dengan berkata "kamu tetap di hatiku," karena jika memang dia hati tak mungkin kau biarkan pergi, tak perlu juga bilang "Kamu terlalu baik untukku,"  itu sama saja dengan bilang, "Aku lebih baik dengan orang lain."

Mau pupuy love lah, rectangle love lah, dragon love lah, yang membedakan hanyalah ketulusannya. Cinta pula yang akan mengujimu seberapa baik engkau menjadi manusia. Selamat bejuang.

Jumat, Oktober 28, 2011

Sebut Nama Atau Sebut Suku

Di kopol pernah ada seorang user yang bilang kenapa di KTP tidak ada keterangan sukunya? Jawabnya karena kita Bhinneka Tunggal Ika. Sebenarnya waktu itu saya berkomentar bahwa agama juga salah satu dari bhinneka itu lalu kenapa mesti dincantumkandi KTP. Suku adalah takdir bukan hadiah, bukan proses budaya, bukan pula hasil pendidikan, menghina satu suku sama juga menghina takdir dan pemberinya.

Sedangan agama dan kepercayaan lebih pada hasil belajar seperti diketahui bahwa agama itu berisi ajaran. Hasil belajar dari sesorang itu juga berdasar kemampuannya, juga menjadi pilihannya apakah ia merasa nyaman dengan ajaran yang ia terima. Bahkan seseorang yang belajar pelajaran yang sama bisa memandang dan memahami dengan cara yang sama sekali berbeda. Lalu mengapa pemerintah dan sebagaian kita kemudian menggolongkan masyarakat dalam kotak-kotak agama dengan pilihan yang terbatas? Samapi situ si empunya status tidak bisa memberikan jawaban yang berarti.

Bukan jawaban yang salah memang, setidaknya bisa menjadi landasan bahwa kebhinekaan itu menyamakan derajat kita sebagai rakyat Indonesia. Meskipun pada banyak kesempatan kebhinekaan itu dilupakan oleh banyak orang, mereka saling menyerang dan menyebut suatu tindakan seseorang mewakili suatu suku. Tidak perlu dipungkiri bahwa suatu suku biasanya memiliki adat atau kebiasaan yang berbeda dari suku lain bisa sangat bertentangan  bisa juga hanya suatu nilai negatif. Tapi lagi-lagi kita mesti sadar bahwa kita bukan pusat kebenaran.

Penyebutan salah satu dari SARA dalam suatu pertengkaran bisa memicu tawuran hingga peperangan yang lebih luas, rasa tersinggung bisa menjadikan sebab yang sederhana terabaikan. Alasannya yang kemudian muncul adalah soal harga diri. Seseorang bisa menyinggung orang satu negara dengan 1 kalimat bahkan satu kata tapi apa bisa seseorang mendamaikannya dalam 1 kalimat pula?

Jika punya permasalahan personal selesaikanlah secara personal. Jika ingin menyindir sindirlah lebih spesifik, jangan menyindir 1 orang tapi daya singgungnya satu negara. Kecuali Anda memang ingin memicu perang suku dan bangsa. Jika perlu lebih baik sebut nama. Spesifik dan jelas sama dengan mendatangi permasalahan langsung ke sumbernya. Hebat bukan.

Orang yang menyindir dengan melibatkan SARA dengan tegas saya katakan dia memiliki pemahaman sosial dan wawasan kemanusiaan yang rendah.


nb : Selamat membaca dan semoga tersinggung.

Sumpah Pemuda, Indonesia atau Amerika?

Kami bangsa Indonesia mengaku berbangsa satu Amerika
Kami bangsa Indonesia mengaku berbahasa satu Amerika                                                                          
Kami bangsa Indonesia mengaku Bertanah Air Satu Amerika
........(Amerika, Oleh Armada Racun)

Begitu skeptisnya pandangan mereka terhadap bangsa sendiri. Tentu saja lagu ini diciptakan bukan tanpa dasar. Bisa jadi sebagai cermin, sebagai sindiran, atau malah sebagai tamparan bahwa Amerikanisasi itu telah tertanam dalam diri kebanyakan orang Indonesia, yang tua maupun yang muda, rakyat juga pemerintahnya. Disadari atau tidak, dan diakui atau tidak kita adalah produk dari ekspansi budaya bangsa lain.

Meskipun maksud tepatnya lagu itu hanya penciptanya yang tahu tapi setidaknya kita bisa menerka. Mungkin lagu ini muncul sebagai pentuk protes penciptanya pada kelupaan kita terhadap sejarah. Butuh ratusan tahun untuk merumuskan Indonesia. Darah dicecer di sepanjang nusantara untuk kembali memiliki bangsa ini sepenuhnya, karena penjajahan adalah suatu penghinaan terhadap harga diri. Sehingga kita menjadi durhaka kepada jika akhirnya malah menjajahkan diri.

Kita tidak perlu menunjuk siapa-siapa saja aktor dibalik Amerikanisasi itu selain menunjuk kepada diri sendiri, sambil bercermin dan berhitung seberapa banyak sisa jiwa Indonesia dalam diri kita. Setidaknya dengan adanya lagu ini kita tersadar kembali bahwa Amerika bukanlah kiblat, dan Indonesia bukanlah tempat sampah  yang menampung budaya-budaya yang mestinya dibuang.

Kita punya segalanya untuk menjadi Indonesia tanpa mesti berkiblat pada Amerika maupun Eropa hanya mesti berani menjadi lebih inovatif dan tak perlu takut salah, menjadi diri sendiri tanpa perlu takut akan dibenci.

Saatnya pemuda yang bertindak, bukan sekedar bicara ataupun bermimpi apalagi hanya menuntut, jika orang tua dan pemerintah terlalu mendikte jadi apa kita, mesti bagaiman kita maka jadikan itu sebagai contoh buruk untuk tidak terjadi lagi. Semoga kita menjadi pemuda yang belajar dari kesalahan pendahulu kita dan juga kesalahan kita sendiri, menjadi pemuda yang punya peran dalam kehidupan bernegara bukan sekedar orang yang mengungkit kesalahan pendahulu kita maupun yang hanya bisa mengagung-agungkan kebesaran sejarah.

Jika semua itu belum dapat kita lakukan maka marilah belajar bersama karena sekali lagi kita adalah pemuda, banyak waktu, banyak kesempatan, banyak pemakluman. Selamat hari sumpah pemuda, semoga mampu menjadi pelopor yang terdepan bagi Indonesia kita.

Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia.